Petualangan Backpacker ke Pulau Derawan

Derawan – Libur long weekend jadi hari paling di nanti para pencari nafkah. Kepenatan di ibu kota membuat saya ingin mencari tempat liburan dengan suasana yang santai dan tenang. Pantai selalu menjadi pilihan tepat menurut saya. Ga banyak orang yang suka wisata alam, tapi ga sedikit juga para penikmat keindahan alam.

Permasalahan selanjutnya adalah memilih partner berlibur yang sama-sama pecinta alam. Akhirnya saya menemukan partner temen kantor, Vivi dan pacarnya, Harris. Kita memang ga pernah berlibur bareng. Bahkan yudheng baru berkenalan dengan Harris di Bandara sebelum keberangkatan. But, they’re really a nice partner for holiday.

Akhirnya saya memilih tanggal 15 Mei 2014 kemarin untuk berlibur ke derawan selama 4 hari 3 malam. Derawan adalah pulau kecil yang berada di Kalimantan Timur tepatnya di kabupaten Berau. Banyak yang mengganggap ke Derawan itu susah dan banyak yang menggunakan jasa tour, padahal pergi tanpa tour akan terasa lebih santai dan menyenangkan karena kita tidak terburu-buru waktu.

Sari Cottage Derawan

Perjalanan Menuju Derawan via Berau

Untuk para backpacker, cara paling mudah dan terjangkau adalah melalui Berau. Perjalanan dimulai dari penerbangan CGK – BPN. Di bandara Sepinggan, Balikpapan kita transit untuk lanjut penerbangan menuju berau.

Bandara Udara Sepinggan Balikpapan

Kami sampai di sepinggan pukul 08.00 pagi, masih ada banyak waktu untuk melanjutkan penerbangan selanjutnya. Lalu kami keluar bandara dan mencari taksi untuk mencicipi kuliner di kota balikpapan. Kami akhirnya memilih Kepiting Dandito. Lokasinya ada 2, di bandara dan di area luar sekitar bandara. Kepiting dengan ukuran besar disajikan dengan saos lada hitam yang enak banget!

Restoran Dandito
Kepiting Lada Hitam

Setelah makan pagi, Kita melanjutkan penerbangan selanjutnya dengan pesawat perintis, Kalstar. Pesawat kecil ini muat untuk sekitar 50 an penumpang. Perjalanan Balikpapan ke Berau ditempuh dalam waktu 1 jam penerbangan.

Kalstar
Bandar Udara Kalimarau

Sesampainya di Bandar Udara Kalimarau, Berau (Tanjung Redeb). Kita sudah dijemput oleh Pak Ilham, supir yang akan mengantar kita ke Pelabuhan di Tanjung Batu. Jarak perjalanannya sekitar 2 – 3 jam perjalanan. Sambil mengendarai mobil, pak ilham bercerita mengenai suku dayak dan suku bugis. Beliau bercerita masyarakat sekitar masih mempercayai ilmu-ilmu gaib.

Sesampainya di Pelabuhan Tanjung Batu, kita akan menempuh jalur laut dengan menyebrang selama 30 menit atau sekitar 1 jam (tergantung kondisi cuaca dan ombak) untuk sampai di Pulau Derawan.

Bagi para solo backpacker, jika melalui Berau (Tanjung Redeb) kalian bisa menggunakan angkutan umum taksi (mobil avanza) yang akan berangkat ke Tanjung Batu apabila penumpang sudah penuh. Biaya per orangnya IDR 70.000 dan boat yang digunakan untuk menyebrang ke pulau derawan ini juga ada yang umum, dengan tarif  IDR 50.000 – 70.000 per orang,  berbeda saat ke derawan via tarakan, tidak ada boat umum yang mengantar kita menyebrang ke pulau derawan.

Pilihan hari pertama menginap kita di Sari Cottage, penginapan sederhana di atas air. Tarif per malam nya IDR 300.000 sudah termasuk kamar mandi dalam n AC.

Sari Cottage
Sari Cottage
Balkon di kamar Sari Cottage

Derawan ini sudah cukup maju. Di area perkampungan di pulau derawan ada banyak warung dan tempat makan. Penginapan pun banyak ditawarkan di pulau derawan, mulai dari yang diatas air, resort, atau homestay. Tak perlu bingung mencari makan malam disana karena warung makan banyak ditemui. Untuk sinyal telepon selular cuma ada Telkomsel, XL, M3. Tapi listriknya sudah 24 jam full.

Pagi hari kita bisa melihat sunrise di dermaga penginapan, atau yang malas keluar kamar bisa nongkrong aja di teras kamar sambil melihat penyu-penyu berenang.

Setelah menikmati sunrise di dermaga Sari Cottage, kita bersiap-siap check out dan breakfast. Jam 08.00 pagi, boat yang kita sewa menjemput kita di depan dermaga kamar kita. Hari itu kita akan melanjutkan perjalanan untuk hopping island di pulau-pulau lain disekitar derawan (Pulau Kakaban, Sangalaki, dan Maratua) dan di hari ke dua ini kita menginap di Water Villa, Pulau Maratua.

Hari ke 3 di Pulau Derawan

Di hari ke 3 kami pulang kembali ke pulau derawan setelah menginap satu hari di water villa di Pulau Maratua. Perjalanan dari Pulau Maratua menuju Pulau Derawan ditempuh dalam waktu 1.5 jam. Disaat sudah mati gaya bosan duduk lama di boat, ada segerombolan lumba-lumba yang memecahkan keheningan kita. Lumba-lumba dalam jumlah banyak meloncat-loncat di samping boat kita.

Hari ke tiga di pulau derawan, kita menginap di Reza & Dira Cottage, penginapan diatas air ini tarifnya IDR 400.000 per malamnya. Sesampainya di dermaga ada beberapa orang yang sedang memotret penyu-penyu yang berenang di bawah dermaga penginapan kita.

Reza & Dira Cottage
Kamar Reza & Dira Cottage

Sambil ngobrol ngalor-ngidul akhirnya kita berkenalan dengan mereka. Mereka juga bercerita tidak beruntung bertemu ikan manta saat ke Pulau Sangalaki. Si bapak yang hitam dan terlihat ndeso ini pergi ke derawan untuk mengantar temannya dari Belanda bersama istri dan keponakannya. Mereka semua ramah dan sederhana.

“Besok pulangnya lewat mana?” tanya si bapak.
“Transit dulu pak di balikpapan” jawab kita.
“Wahh kalau mampir balikpapan mampir ya ke warung saya”
“Dimana pak?”
“Namanya Dandito”
Lalu spontan kita menjawab “Ohhhhh Danditoo, kemarin kita juga mampir disana”

Senang bisa bertemu banyak orang yang ramah saat travelling. Dari mereka kita bisa belajar hal baru, berbagi pengalaman, bertukar pikiran. Sebagai kenang-kenangan kita berfoto bersama.. Taraaa . . . .

Empat hari yang super komplit karena banyak pengalaman yang kita dapat dari Derawan. Liburan kali ini memaksa saya untuk rajin bangun pagi tanpa berat hati seperti hari-hari biasa saat bangun untuk berangkat ke kantor haha

Dan di hari terakhir ini, saya ga mau melewatkan sunrise terakhir kita di derawan. Alarm jam 05.00 pagi berbunyi langsung tanpa bermalas-malasan saya berjalan menuju dermaga untuk menanti sunrise. Menanti matahari yang mulai tersenyum di ujung timur dibalik segerombolan awan.

Last sunrise

Setelah packing, kita keliling pulau dengan menyewa sepeda. Tarif menyewa sepeda IDR 50.000 untuk 2 jam atau jika single hanya IDR 20.000 per jam. Disana kita juga ditemani oleh anak-anak dari pulau derawan dan diantar keliling pulau.

Foto bareng Oyo
Boat yang menjemput kita 

Perjalanan akan menjadi menyenangkan saat kita mau mencoba hal-hal baru diluar sana! Maratua juga punya cerita yang ga kalah seru nya! cekidot 🙂

Note : 

Keberangkatan Menuju Derawan via Berau :

  1. Penerbangan dari Jakarta menuju Balikpapan ( 1 jam 45 menit penerbangan )
  2. Dari Balikpapan menuju Berau (Tanjung Redeb), ditempuh 1 jam penerbangan
  3. Berau (Tanjung Redeb) via darat menuju Tanjung Batu, 2 – 3 jam perjalanan
  4. Tanjung Batu – Pulau derawan dengan speed boat, 30 menit – 1 jam perjalanan

Tarif Angkutan Umum :

  1. Tarif Mobil dari Tanjung Redeb – Tanjung Batu IDR 70.000 per orang
  2. Tarif speed boat dari Tanjung Batu – Pulau Derawan IDR 50.000 per orang
  3. Tarif sewa speed boat hopping island Derawan – Kakaban – Sangalaki – Maratua IDR 1.500.000 per hari
Waktu itu, kita menggunakan jasa dari 1 orang untuk sewa mobil, menyebrang dengan boat, dan sewa boat hopping island di kakaban, sangalaki, dan maratua kita mendapat harga IDR 2.800.000 all in untuk antar jemput dengan mobil, antar jemput menyebrang ke pulau derawan, dan hopping island.

Baca Cerita Lainnya :

Tagged : / / / / / / / / /